Dalam rangka memperluas jangkauan pemakaian koneksi Jardiknas yang ada di Kab. Kotawaringin Barat, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kab. Kotawaringin Barat telah membangun Tower setinggi 45 Meter dengan 4 sisi yang di isi 4 buah antena sektoral yang berlokasi di halaman kantor dikpora. Selain di Dikpora, tower setinggi 35 meter juga di di dirikan di SMK Negeri-2 Pangkalan Bun sebagai repeater.
Pendirian tower ini dimulai dari tanggal 1 Nopember 2008 dan baru bisa selesai hari minggu 9 Nopember 2008, lamanya pengerjaan ini karna di Pangkalan Bun seringnya hujan turun di tengah hari sekitar pukul 12.00 wib, begitu hujan turun ya…terhentilah pekerjaan, si tukang naik gak berani karna licin dan berbahaya kalo petir menghantam. Saya sendiri diberi tugas oleh pemborong untuk mengawasi jalannya pendirian 2 buah tower ini.
Setelah pendirian tower selesai, pekerjaan berikutnya instalasi bagian dalam yang saya tangani sendiri semisal buat router, rapikan kabel2 listrik/utp dll nya. Setelah selesai router dll, maka dilanjutkan dengan pendirian pipa untuk client2 yg sdh di tentukan oleh dikpora. Adapun sekolah2 yg kebagian untuk client yaitu :
1. SDN-1 Mendawai
2. SDN-2 Mendawai
3. SDN-1 Baru
4. SDN-4 Sidorejo
5. SMPN-3 Arut Selatan
6. SMPN-4 Arut Selatan
7. SMP
N-7 Arut Selatan


Nopember 16, 2008 pukul 3:11 pm |
Dan kepada Dikpora agar serius dalam menangani Jardiknas, dari pengalaman yang telah lalu banyak pengguna jardiknas kecewa hingga beralih ke lain hati. SAYA KIRA MASALAH MAU PINDAH KE LAIN HATI YA SILAHKAN, KITA HANYA MEMBERIKAN ALTERNATIF, SEKARANG MAH BANYAK PILIHAN. YANG JELAS JGN TERLALU MUDAH MENYALAHKAN PERALATAN…CEK DULU KONDISI PEMAHAMAN KITA TENTANG NETWORKING.
Nopember 16, 2008 pukul 3:14 pm |
O iya pak kelupaan, ulun lihat di sekolah-sekolah, seperti SD tetangga kami, SDN 4 Sidorejo, antena nya sudah mengarah ke Dikpora, bagaimana dengan kami, apa ada kebijakan dari pian untuk menolong??? he he… sekalian memperbaiki penangkal petinya mau jatuh.
Februari 3, 2009 pukul 2:13 am |
enak ya untuk sekolah-sekolah yang ada di kota slalu mengikuti perkembangan teknologi.coba seluruh sekolah dikobar ini terjangkau dengan jaringan jardiknas. tapi cuma mimpi apalagi kami yang berada di daerah terpencil, jangankan jardiknas, namanya internet cuma tau nama mengoperasikanya mana bisa,ya itulah nasib guru dipedalaman, gimana mau mengikuti perkembangan jaman ALIAS GAPTEK itu gurunya Apalagi MURIDnya…Tolong Dikpora untuk lebih memperhatikan nasib guru di daerah terpencil.
Reply :
Daerah terpencilnya daerah mana nih? sebut dong daerahnya.
Februari 17, 2009 pukul 3:42 am |
di arut utara pa?