SPP Gratis Amanah UUD, Bukan Kebijakan Daerah

PENAJAM – Direktur Center for Betterment of Education (CBE) Jakarta Satria Dharma menyatakan kebijakan sekolah gratis bukan kewenangan masing-masing daerah seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Syafruddin Pernyata. Kebijakan sekolah gratis katanya, adalah amanat undang-undang seperti tercantum pada UU Sidiknas Pasal 34 Ayat (2) yang berbunyi Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.

Ia menegaskan, jika pendidikan tanpa memungut biaya artinya tidak boleh ada pungutan alias gratis. Soal pendidikan gratis ini katanya, juga tercantum dalam UUD 1945 amandemen. Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat (2) katanya, menyebutkan setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Pasal 11 Ayat (2) mengamanatkan: Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib menjamin tersedianya anggaran guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga yang berusia 7 sampai 15 tahun.

“Jadi, tidak ada yang menyatakan bahwa pendidikan dasar gratis merupakan kebijakan pemerintah lokal, apalagi sampai memberi kesan bahwa itu adalah kebijakan yang pelaksanaannya terserah kepada daerah masing-masing mau melaksanakannya atau tidak,” katanya.

Hal itu tambahnya, kewajiban bagi setiap daerah. Jika ada daerah yang belum melaksanakan berarti kepala daerah dan seluruh pejabat eksekutif dan legislatifnya telah mengingkari amanat undang-undang. “Rakyat berhak menuntut mereka karena tidak memberikan sesuatu yang semestinya menjadi hak mereka. Kepala daerah yang tidak mampu melaksanakan kewajibannya tersebut tidak layak menjadi pemimpin karena tidak bersedia dan tidak mampu untuk melaksanakan sesuatu yang jadi amanahnya,” ujarnya.

Satria mengaku heran mengetahui bahwa masih ada Dinas Pendidikan ataupun pejabat daerah yang belum memahami masalah pendanaan dan pembiayaan pendidikan dasar seperti yang tercantum pada UUD 1945 dan UU Sisdiknas.

MENYOAL UNMUL

Ia juga merasa heran dengan kebijakan Pemprov Kaltim yang memberikan anggaran sampai sebesar Rp 100 miliar kepada Unmul, tapi tidak berusaha memenuhi amanat UU tentang pembiayaan sekolah gratis tersebut. “Pembiayaan perguruan tinggi adalah kewajiban pemerintah pusat dan bukan kewajiban Pemprov. Pemprov tidak berkewajiban untuk mendanai karena itu tugas pemerintah pusat,” tuturnya.

Jika Pemprov ingin membantu Unmul yang sebenarnya sudah menjadi tanggungan pemerintah pusat, maka semestinya Pemprov sudah membiayai pendidikan dasar yang menjadi kewajibannya lebih dahulu. “Ini terbalik. Yang menjadi kewajibannya tidak dipenuhi, tapi yang bukan kewajibannya justru didahulukan. Apakah para pejabat tersebut tidak paham akan tugas dan wewenangnya?” katanya.

Satria juga menyayangkan sikap pejabat pemprov yang dianggapnya diskriminatif, dengan membuat dikotomi negeri dan swasta dengan menganaktirikan perguruan tinggi swasta (PTS), dan hanya membantu Unmul dengan dana yang disebut luar biasa besarnya. “Mahasiswa yang berkuliah di Unmul tidak memiliki hak yang lebih besar daripada mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi lain, dan dengan mengabaikan PTS yang ada sama dengan mengabaikan hak mahasiswa lain yang juga merupakan warga Kaltim,” kata Satria yang juga staf ahli Klub Guru Indonesia itu. (ari)

dikutip : http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=ProKaltim&id=271144

Satu Balasan ke SPP Gratis Amanah UUD, Bukan Kebijakan Daerah

  1. hERMAN WIDJAJANTO mengatakan:

    Uluran Pemerintah kepada Perguruan Tinggi (Negri maupun Swasta) itu penting, yang lebih penting adalah tujuan uluran tangan itu sendiri berdasarkan kebutuhan atau keinginan ??? Beberapa PT memang perlu Uang tapi jelas sudah itu tanggung jawab siapa…. Satu hal yang sama-2 kita lupa ( Pemerintah dan PT ) yang dibutuhkan adalah PELUANG (tidak hanya uang) ,
    PELUANG menjadi partnership Pemerintah.
    PELUANG menjadi THINK TANK Executive maupun Legislatif
    PELUANG melakukan pengabdian masyarakat.
    PELUANG dllnya sesuai TRI DARMA PERGURUAN TINGGI. dst dst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: